Penumpang Gagal Terbang ke Jakarta, Ceritakan Pembatalan Penerbangan Dampak Erupsi Anak Krakatau
KOMPASTV · · 1,020 views
Description
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dampak erupsi Anak Krakatau, Kementerian Perhubungan menutup sementara operasional 8 bandara, termasuk Soekarno-Hatta, hingga jam 12.00 malam Waktu Indonesia Barat.
Kemenhub akan memantau secara berkala, tiap setengah jam, untuk melihat arah angin dan penyebaran abu vulkanik.
Kepastian tersebut berdasarkan informasi BMKG terkait arah angin dan faktor keselamatan penerbangan.
Imbas penutupan ini, sebanyak 1.558 penerbangan dibatalkan dengan total 170.000 penumpang terdampak.
Selain Bandara Soetta, tujuh bandara lain yang ditutup antara lain Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu.
Imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, jadwal penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan.
Bagaimana dampaknya pada penumpang? Kita akan berbincang dengan salah satu calon penumpang pesawat yang terdampak pembatalan penerbangan. Ada Novaeny Wulandari.
Content Creator: Shinta Millenia
#bandarasoeta #erupsi #anakkrakatau #abuvulkanik
Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV
Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.
Subscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.
Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:
website www.kompas.tv
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv
X: https://x.com/KompasTV
Thread: https://www.threads.com/@kompastv
TikTok: https://www.tiktok.com/@kompastv.indonesia
Comments (0)
Sign in to comment.
No comments yet. Be the first.