Sonny PDIP Minta ke Menhut Raja Juli Nama Korporasi Nakal Karhutla Dibuka ke Publik
KOMPASTV · · 187 views
Description
JAKARTA, KOMPASTV - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, mendesak Kementerian Kehutanan lebih tegas terhadap korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sonny meminta nama-nama perusahaan yang dinilai nakal atau berulang kali melakukan pelanggaran dapat disampaikan secara terbuka kepada publik.
Menurutnya, penyebutan nama perusahaan dapat menjadi bagian dari sanksi moral, terutama terhadap korporasi yang terus melakukan pelanggaran.
“Tanggal 18 Agustus kita rapat, saya minta nama-nama perusahaan korporasi yang nakal agar disebutkan waktu itu disampaikan oleh Pak Menteri akan dijawab secara tertulis. Saya kira yang seperti itu adalah sanksi moral. Kalau memang korporasi nakal berkali-kali, kenapa sih enggak disebutkan?” kata Sonny dalam rapat bersama Kementerian Kehutanan di DPR, Selasa (1/9/2026). (timecode 5:54)
Menurut Sonny, penanganan karhutla tidak seharusnya sepenuhnya menjadi beban negara.
Ia mempertanyakan siapa yang menanggung biaya pemadaman apabila kebakaran terjadi di wilayah konsesi perusahaan.
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Lintang
#dpr #breakingnews #menterikehutanan
Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV
Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.
Subscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.
Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:
website www.kompas.tv
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv
X: https://x.com/KompasTV
Thread: https://www.threads.com/@kompastv
TikTok: https://www.tiktok.com/@kompastv.indonesia
Comments (0)
Sign in to comment.
No comments yet. Be the first.