JAKARTA, KOMPASTV - Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Indonesia, intensitasnya meningkat dalam dua bulan terakhir. Kementerian Kehutanan mencatat, pada bulan Januari hingga awal Juli 2026, ada lebih dari 200 ribu hektar hutan dan lahan alami kebakaran di sejumlah wilayah di Indonesia. Yang paling parah terjadi di Pulau Kalimantan, terutama provinsi Kalimantan Barat. Jurnalis KompasTV, Dipo Nurbahagia mendatangi langsung titik-titik api yang membara di Kalimantan Barat.
Perjalanan Dipo dimulai dari Kabupaten Ketapang, wilayah dengan area kebakaran hutan dan lahan terluas di Kalimantan Barat. Di Kabupaten Ketapang, sejumlah daerah dikategorikan titik rawan sangat tinggi terjadi karhutla. Salah satunya di Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang. Mata kamera “DIPO INVESTIGASI” menangkap visual dahsyatnya dampak kebakaran yang menghanguskan perkebunan sawit warga dan lahan tidur. Asap membumbung tinggi, api tampak sesekali menjilat pohon sawit yang tersisa di tengah hembusan angin yang cukup kencang. Petugas pemadam kebakaran gabungan berjibaku mematikan api yang ada di dalam lahan gambut. Water bombing bolak-balik mengangkut air untuk memadamkan api, tapi asap tebal masih muncul dari dalam gambut.
Linda, seorang warga yang rumahnya persis di samping areal kebakaran mengaku kepada Dipo, merasa was-was api sewaktu-waktu menyambar rumah dan kebun sawitnya. Lalu, apa saja upaya yang telah dilakukan untuk mencegah karhutla meluas? Bagaimana tantangan yang harus dihadapi petugas di lapangan untuk memadamkan api karhutla?
Dipo Nurbahagia bersama Bupati Ketapang, Alexander Wilyo mengecek langsung TKP karhutla. Tak hanya di Kecamatan Matan Hilir Selatan, namun juga menuju ke Kecamatan Muara Pawan. Bi kecamatan ini Dipo bersama Bupati menelusuri area konsesi perusahaan yang baru saja mendapat sanksi dari Kementerian Kehutanan. Selama bulan Agustus, setidaknya ada lebih dari 30 perusahaan yang disanksi karena karhutla, baik oleh Kementerian Kehutanan maupun Kementerian Lingkungan Hidup. Polisi juga menyelidiki sejumlah laporan yang masuk terkait karhutla dan memproses secara hukum baik dengan latar belakang perorangan maupun perusahaan. Dipo menelisik dan mencari bukti, mengapa kebakaran hutan dan lahan selalu jadi langganan setiap tahun?
Karhutla nyata membuat manusia dan juga satwa sengsara. Saat Dipo mendatangi Desa Mayak yang berada di pinggir Sungai Pawan, Dipo bertemu Kepala Desa Mayak yang menceritakan jatuh bangunnya bersama warga agar bara karhutla yang diduga berasal dari lahan perusahaan tak menyambar permukiman. Meski api berhasil dihalau, namun asap tetap bisa menembus dinding-dinding rumah yang seharusnya jadi tempat berlindung.
Listya, Bidan Desa Sungai Pelang mencatat adanya peningkatan kasus ISPA di wilayahnya bertugas seiring naiknya kasus karhutla. Salah satunya dialami oleh Eliza dan anaknya yang tinggal tak jauh dari areal karhutla. Keduanya harus menahan sesak dan batuk karena terpapar asap setiap hari.
Tak hanya manusia, lara akibat karhutla juga dialami satwa. Dipo mendatangi YIARI, yayasan konservasi yang menyelamatkan 9 orangutan terdampak karhutla selama sebulan terakhir, salah satunya adalah orangutan bernama Sampurna. Orangutan Sampurna mendapat sorotan publik usai kesehatannya menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia usai terpapar asap karhutla. Seberapa bahayanya karhutla mengancam satwa liar dan habitatnya?
Saksikan Dipo Investigasi, episode "LARA KARHUTLA MEMBARA”, Senin, 7 September 2026, pukul 20.30 WIB, di KompasTV, Independen Terpercaya.
#karhutla #kebakaranhutan #kalimantan #sampurna