Manarah
Compose

← My Space YouTube Channels

KOMPASTV

Channel · Indonesia · Indonesian

Unclaimed public channel

2 followers

Sign in to follow

Claim this channel

Tell us why you should manage this page.

Create account or sign in to claim.

Kompas TV is a major Indonesian digital and broadcast news network under the Kompas Gramedia group. Renowned for its independence and credibility, the channel delivers high-quality breaking news, current affairs, live reports, and talk shows to audiences across Indonesia.

Full guide: creator earnings on Manarah

Topics

Cooking and Food

Posts

No Manarah posts yet from this profile.

Events

No upcoming events from this channel.

Media library

7189 long-form videos

7189 videos · showing 4993–5016 (most popular)

Kebakaran Hutan, DPR: Rakyat Tak Peduli Data, Ingin Bisa Bernapas! | SATU MEJA

Details

Description

JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi IV DPR Fraksi PKB, Daniel Johan, menyoroti perbedaan antara data penanganan karhutla dan kondisi yang dirasakan masyarakat. Daniel menyebut penurunan angka titik panas tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan apabila masyarakat masih menghadapi asap dan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Ia mengatakan, "Rakyat gak peduli data, yang mereka peduli adalah mereka bisa nafas dengan normal." Daniel juga mempertanyakan kondisi ketika data menunjukkan penurunan, tetapi dampak karhutla dinilai masih meluas. Ia turut menyinggung gangguan penerbangan di sejumlah wilayah yang menurutnya menjadi persoalan yang perlu dijelaskan pemerintah. Daniel mengatakan, "Sekarang, bahkan Maluku sekarang gak juga termasuk gak bisa mendarat, apalagi Papua." Menurut Daniel, kondisi tersebut memperlihatkan kesenjangan antara data dan fakta di lapangan, ditambah perbedaan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi Strategis WALHI, Dana Tarigan, menyebut pengeringan gambut dilakukan untuk kepentingan penanaman sawit. Ia juga mempertanyakan keberlanjutan program pemulihan dan perlindungan gambut yang sebelumnya telah dirancang setelah kebakaran besar pada 2015. Dana menjelaskan, gambut yang rusak saat itu memiliki target pemulihan dan perlindungan yang seharusnya dapat dipantau. Namun, ia menilai keberadaan dan penanggung jawab program tersebut kini tidak jelas. Ia juga menyoroti pengeringan gambut yang menurutnya tidak hanya dilakukan perusahaan, tetapi mungkin juga oleh pemerintah untuk kepentingan pembukaan lahan, termasuk pencetakan sawah baru. Baca Juga Karhutla Masih Membara, DPR: Rakyat Jangan Dibiarkan Hidup di Tengah Racun! | SATU MEJA di https://www.kompas.tv/talkshow/696026/karhutla-masih-membara-dpr-rakyat-jangan-dibiarkan-hidup-di-tengah-racun-satu-meja Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar. Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/DWZY_SDQqUs #karhutla #kalimantan #sumatera Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/696028/kebakaran-hutan-dpr-rakyat-tak-peduli-data-ingin-bisa-bernapas-satu-meja
سباق الأصدقاء

Video

Comments

Create Post

Your commentary

The post stays public on Manarah. Optionally send it to friends / Chat groups / Manarah Groups.

Loading…